Semua kampus dilingkungan Kemenag mengusung format KKN DR dimasa pandemi. Jenis KKN DR ini diyakini mampu dilaksanakan untuk mengisi kekosongan tungguakan SKS bagi mahasiswa. Kehadirannya di tengah pandemi memberi kepastian bahwa mahasiswa mesti selesai kuliah tepat waktu, sebab jika waktu pelaksanannya ditunda pada semester berikutnya jelas akan mengganggu waktu mhs untuk kuliah.
Namun, proses KKN DR ini kurang disambut dengan meriah oleh mahasiswa. Pasalnya mahasiswa berfikir bahwa KKN sejatinya dilaksanakan secara berkelompok di satu daerah yang tidak mereka kenali sebelumnya. Belum lagi, konsep KKN DR ini dilaksanakan secara individu. Jelas, hal ini akan menambah ketidak percayaan diri sebagian mahasiswa untuk tampil di lingkunganya sendiri.
Keberhasilan KKN DR dilihat dari banyak aspek. Pembuktiannya mesti diukur secara kuantitatif dan kualitatif. Misalnya, produk KKN DR seberapa banyak yang bisa diterima dan dinikmati oleh masyarakat. Berapa banyak publikasi berupa flyer, video maupun foto atas proses KKN DR tersebut, baik kegiatannya, proses interaksinya dengan masyarakat. Dan yang tidak kalah pentingnya, seberapa banyak media online dan cetak memberitakan kegiatan mahasiswa. Poster kegiatan KKN DR yang bisa dinikmati pembaca, mulai dari proses sampai akhir kegiatan. Dan tentu saja hasil kerja tersebug dibuat artikel yang bisa menjadi media informasi atas kegiatan yang dilakukan untuk memberi jalan keluar atas masalah yang dihadapi masyarakat.
Ala kulli hal, implementasi KKN DR di era pandemi memang agak sedikit sulit, namun dengan persiapan yang matang, baik pihak penyelenggaranya maupun mahasiswanya, maka KKN DR ini akan berhasil. Bagaimana menurut Anda, KKN DR di era pandemi kriteria berhasilnya ?